Jumat, 17 November 2017

Cara mengirim file ke server dengan SCP

Assalamualaikum.wr.wb



  • Pendahuluan
jadi hari ini saya akan share gimana kita mentrasfer sebuah file dengan SCP di linux atau dll,


  • pengertian

Linux perintah scp adalah alat yang sangat berguna untuk salinan remote. Ini adalah pilihan yang lebih baik daripada rcp karena menggunakan enkripsi seperti Program ssh. Bahkan, ia menggunakan ssh untuk otentikasi transfer data. Itu berarti, Anda tentu perlu memberikan nama login dan password dari komputer target / tujuan. Untuk mulai menggunakan Linux Program scp, mari kita lihat pada bagian paling penting, sintaks perintah atau format perintah.


  • maksud dan tujuan
agar apabila kalian ingin transfer sebuah file dapat dengan mudah dan sangat praktis


  • pelaksanaan
1. pertama kita cari file mana yang akan kita kirim ke server, seperti contoh yang ada di bawah ini. setelah kita pilih file nya jangan lupa berikan ip address dari server kalian seperti contoh :
rizal@192.168.55.2:


2. nah jika sudah kalian nantinya akan di minta password dari server kalian


3. Nah jika sudah kita tinggal menunggu proses  pengiriman


4. Dan ini kita sudah berhasil


5.  Setelah  itu kalian priksa apakah sudah ada di server kalian

6. Ternyata sudah ada bro

  • Kesimpulan
jadi dengan ada nya SCP ini kalian bisa mudah mengirim file

  • Refrensi
Ebook BLC Telkom Klaten


Read More ->>

Kamis, 16 November 2017

server proxmox

Hasil gambar untuk proxmox
A. pendahuluan
1. Pengertian
   Proxmox VE(Virtual Evirotment) adalah salah satu distro linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik applience maupun operating syestem .Proxmox berjalan dengan mode text,walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.Untuk sekarang dengan relase terbaru adalah  proxmox VE 4.3

2. Latar Belakang
   kita menggunakan proxmox sebagai server karena proxmox adalah suatu server yang cukup kuat dan tahan lama karena OS proxmox server adalah OS server yng paling sempurna

3. Maksud dan Tujuan
   agar kita dapat mengerti semua yang ada dalam proxmox maupun kelebihan dan kekurangannya

B. Pembahasan
   Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ.Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunakan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan proxmox  VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full.Bare Metal adalah  sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dalam sistem operasi tanpa diinstal dahulu  aplikasi tertentu.Istilah Bare Metal mengacu pada hardisk.

2.Kelebihan Proxmox

Proxmox ini memiliki banyak kelebihan,antara lain
  1. Open source,sehingga free untuk digunakan oleh siapapun 
  2. Mudah dalam instalasi dan konfigurasi 
  3. mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan Open VZ 
  4. mendukung berbagai format hardisk virtual 
  5. Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit
  6. memory untuk menjalankan virtual server 
  7. Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage. 
  8. dapat digunakan untuk cluster dan High Avalibility Server 
  9. Mendukung banyak model storage  :LVM,iCI,Local Directory maupun NFS 
  10. Sudah mendukung Live Migration 

3.Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Proxmox antara lain: 
  1. Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada mesin 32 bit 
  2. Pada saat instalasi,Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk,sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga 
  3. Jika menggunakan KVM,Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaituintel VT/AMD-V
4.Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox
    Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan.Semakin tinggi spesifikasi yang dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia.Meski demikian ,asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti Open VZ  yang mampu melakukan pembagian rescuue sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing-masing membutuhkan 1GB memory tidak berarti server harus memiliki memory 3x1GB

Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah:
  1. Processor pentium4,dan harus memiliki kemampuan 64 bit 
  2. Jika akan menggunakan model full virtuallization CPU harus memiliki model motherboard intelVT(Virtualitation Tecnology) atau AMD_V 
  3. Memory RAM minimal 1GB 
  4. Kapasitas hardisk minimal 20 GB 
  5. NIC (Network Interfaces Card)  
C. Lama Pelaksanaan
   12 menit

D. Hal yang di dapat
   saya mengetahui fungsi dan apa kelemahan dan kelebihan proxmox dan juga spesifikasi yang di gunakan

E. Kesimpulan
   jika kita melakukan instalasi atau apalah yang mau di lakukan dalam proxmox alangkah baiknya kita tanya atau searching

F. Referensi
Read More ->>

Rabu, 15 November 2017

mengenal os open source

A. Pendahuluan
1. Pengertian
   sistem operasi open source adalah sistem operasi yang menggunakan mode buka/open yang biasanya itu ada di linux karena linux adalah sistem operasi open source

2. Latar Belakang
   open source pertama kali di temukan oleh mahasiswa bernama linus yang kemudian di kembangkan menjadi lebih sempurna oleh orang IT sampai sekarang

3. Maksud dan Tujuan
   agar kita dapat mengerti apa yang ada di dalam sistem operasi open source dan mengetahui kelemahan dari sistem operasi open source

B. Jangka Waktu Pelaksanaan
   5 menit

C. Pembahasan
 https://fadilajuni.files.wordpress.com/2017/03/65365-original1.png
1. Pengertian Linux dan Open Source
    Linux adalah sebuah Operating System (OS) yang merupakan turunan dari UNIX yang pertama kali dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan hacker UNIX di seluruh dunia.

   Open Source dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini adalah Kode Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah-perintah yang diketikkan berdasarkan logika yang benar.

   Open Source Software (OSS) merupakan istilah yang digunakan untuk software komputer yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan- kelemahan yang ada pada software tersebut.

2. Filosofi Open Source
   Ide dasar dari open source adalah sangat sederhana: Bilamana programer dapat membaca, mendistribusikan, dan memodifikasi kode sumber (listing) untuk sebuah software, maka perangkat lunak itu akan berkembang. Orang memperbaikinya, orang beradaptasi, orang memperbaiki bug. Dan ini akan menyebabkan terjadi pada percepatan pengembangan perangkat lunak, jika salah satu digunakan untuk memperlambat pengembangan perangkat lunak konvensional, tampaknya tidak masuk akal. Kami dalam komunitas open source telah belajar bahwa proses evolusi ini akan cepat menghasilkan software yang lebih baik daripada model tertutup tradisional.

3. Varian Linux
    Linux memiliki banyak Varian atau yang biasa dikenal dengan Distro (Distribusi Sistem Operasi), hal ini disebabkan oleh konsep pengembangan Open Source dan lisensi yang digunakan GNU/GPL.
  • Redhat
  • Debian
  • Slackware
  • Kelebihan Linux
  1. Lisensi yang gratis bahkan dapat didownload dan banyak ditemukan di internet dengan mudah.
  2. Linux bisa berinteraksi dengan sistem operasi lain.
  3. Linux mempunyai virtual memori, skalabilitas dan stabil.
  4. Linux didukung oleh ribuan programmer di dunia.
  5. Paket Linux merupakan satu kesatuan.
  6. Linux mulai didukung oleh vendor hardware maupun software di dunia meskipun masih kalah dengan Windows.
  • Kelemahan Linux
  1. Sistem operasi yang sulit untuk dipelajari terutama untuk orang yang tidak mempunyai dasar komputer yang kuat.
  2. Aplikasi yang tersedia belum sebanyak Windows.
  3. Sistem operasi yang tidak sepenuhnya berbasis GUI (Graphical User Interface).
  4. Nama-nama program antara distro satu dengan distro lainnya berbeda-beda.

D. Hal yang di dapat
   saya sudah cukup mengerti apa itu sistem operasi open source dan kelemahannya begitu pula dengan kelebihanya

E. Kesimpulan
   jika anda sudah merasa pintar janganlah anda lupa membaca siapa tahu apa yang kalian dapatkan masih kurang.

F.Referensi
Read More ->>

Selasa, 14 November 2017

Upgrading Your Linux Server to PHP 7.0


A. Pendahuluan
1. Pengertian
   PHP  ( Hypertext Preprocessor ) adalah bahasa script sisi server yang dirancang terutama untuk pengembangan web namun juga digunakan sebagai bahasa pemrograman tujuan umum. 

2. Latar Belakang
   PHP sebuah bahasa pemrograman yang didesain agar dapat disisipkan dengan mudah ke halaman HTM dan sebuah pelengkap untuk membangun Web.

3. Maksud dan Tujuan
  1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script ( Application ) yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
  2. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
  3. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
  4.  PHP adalah bahasa Open Source..

B. Alat dan Bahan
  • Laptop ( localhost ) dan Server.
  • Koneksi Internet.
C. Jangka Waktu
   12 Menit (Tergantung koneksi Internet)

D. Proses dan Tahapan
  •   Pertama Kita cek dulu versi PHP kita.
# php -v 
  •  jika masih menggunakan PHP 5.6 atau php 7.0 kita hapus PHP yang akan Versi Lawas dengan.
$ sudo apt-get -y purge php php-common php-mcrypt php-mbstring
$ sudo apt-get -y purge php5 php5-common php5-cli libapache2-mod-php5 php5-curl php5-gd php5-imap php5-intl php5-json php5-mcrypt php5-mysql php5-pspell php5-readline php5-sqlite
$ sudo apt-get -y purge php5.5 php5.5-common php5.5-mcrypt php5.5-mbstring
$ sudo apt-get -y purge php5.6 php5.6-common
$ sudo apt-get autoremove
  • Tambahkan Repository PHP Versi Terbarunya
  $ sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
  • Lalu kita update agar Linux mengenali Repo yang baru
  $ sudo apt-get update
  • lalu kita install PHP terbarunya.
 $ sudo apt-get install php7.0 php7.0-mysql libapache2-mod-php7.0 php-apcu php7.0-gd php7.0-mcrypt php-memcache php7.0-curl php7.0-tidy php-xml php-json php7.0-mbstring php-gettext libmcrypt-dev mcrypt php-gd libmcrypt4 libmhash2 libtidy5 libxslt1.1 php-apcu-bc php-pear php7.0-mbstring php7.0-xml
  • Lalu kita Aktifkan PHP
$ sudo phpenmod mcrypt
$ sudo phpenmod mbstring
$ sudo service apache2 restart

E. Kesimpulan
   Dengan tidak adanya PHP ini kita tidak akan bisa membangun sebuah Website dan Program Appplication karena ini OpenSource bagi yang suka dengan bahasa Free.

F. Referensi
    Read More ->>

    Senin, 13 November 2017

    KEDATANGAN TAMU DARI MOLDOVA, CANADA

    A. Pendahuluan

    1. Pengertian

     Tamu adalah seseorang atau sekelompok orang yang datang untuk mengunjungi instansi atau organisasi, untuk kepentingan pekerjaaan maupun pribadi. Tamu yang berkunjung ketempat dimana kita bekerja harus dihormati dan dihargai.

    2. Latar Belakang
     Latar Belakang Miss Crishtina dari Canada itu untuk traveling ke KLATEN, dia ingin melihat seperti apa orang-orang yang ada di Kalten.

    3. Maksud dan Tujuan 
     -Mengajari orang-orang Indonesia untuk Berhasa inggris

    B. Jangka Waktu Pelaksanaan
     3 Jam

    C. Uraian
     Miss Crhisttina datang ke BLC TELKOM KLATEN karena di ajak oleh Bu Maria untuk berkunjung dan berbagi pengalaman selama di Klaten. Miss Crishtina tadi tadi di ajak foto bareng, main Gamelan, dan di ruangan siaran radio

    D. Foto Dokumentasi



    E. Kesimpulan
    Miss Crishtina ke Indonesia memiliki dua tujuan yaitu mengajari warga Indonesia untuk berbahasa inggris untuk traveling

    F. Referensi
    http://ikanovitafatmawati.blogspot.co.id
    Read More ->>

    Minggu, 12 November 2017

    OSPF (OPEN SHORTEST PATH FIRST)

    OSPF (OPEN SHORTEST PATH FIRST)

    Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan, setiap router dalam jaringan memiliki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan topologi. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada menggunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP.


    Prinsip link-state routing sangat sederhana. Sebagai pengganti menghitung route “terbaik” dengan cara terdistribusi, semua router mempunyai peta jaringan dan menghitung semua route yang terbaik dari peta ini. Peta jaringan tersebut disimpan dalam sebuah basis data dan setiap record dalam basis data tersebut menyatakan sebuah link dalam jaringan. Record-record tersebut dikirimkan oleh router yang terhubung langsung dengan masing-masing link.

    Karena setiap router perlu memiliki peta jaringan yang menggambarkan kondisi terakhir topologi jaringan yang lengkap, setiap perubahan dalam jaringan harus diikuti oleh perubahan dalam basis data link-state yang terletak di setiap router. Perubahan status link yang dideteksi router akan mengubah basis data link-state router tersebut, kemudian router mengirimkan perubahan tersebut ke router-router lain.

    Protokol yang digunakan untuk mengirimkan perubahan ini harus cepat dan dapat diandalkan. Ini dapat dicapai oleh protokol flooding. Dalam protokol flooding, pesan yang dikirim adalah perubahan dari basis data serta nomor urut pesan tersebut. Dengan hanya mengirimkan perubahan basis data, waktu yang diperlukan untuk pengiriman dan pemrosesan pesan tersebut lebih sedikit dibandingdengan mengirim seluruh isi basis data tersebut. Nomor urut pesan diperlukan untuk mengetahui apakah pesan yang diterima lebih baru daripada yang terdapat dalam basis data. Nomor urut ini berguna pada kasus link yang putus menjadi tersambung kembali.

    Pada saat terdapat link putus dan jaringan menjadi terpisah, basis data kedua bagian jaringan tersebut menjadi berbeda. Ketika link yang putus tersebut hidup kembali, basis data di semua router harus disamakan. Basis data ini tidak akan kembali sama dengan mengirimkan satu pesan link-state saja. Proses penyamaan basis data pada router yang bertetangga disebut sebagai menghidupkan adjacency. Dua buah router bertetangga disebut sebagai adjacent bila basis data link-state keduanya telah sama. Dalam proses ini kedua router tersebut tidak saling bertukar basis data karena akan membutuhkan waktu yang lama.

    Proses menghidupkan adjacency terdiri dari dua fasa.Fasa pertama, kedua router saling bertukar deskripsi basis data yang merupakan ringkasan dari basis data yang dimiliki setiap router. Setiap router kemudian membandingkan deskripsi basis data yang diterima dengan basis data yang dimilikinya. Pada fasa kedua, setiap router meminta tetangganya untuk mengirimkan record-record basis data yang berbeda, yaitu bila router tidak memiliki record tersebut, atau nomor urut record yang dimiliki lebih kecil daripada yang dikirimkan oleh deskripsi basis data. Setelah proses ini, router memperbarui beberapa record dan ini kemudian dikirimkan ke router-router lain melalui protokol flooding.

    Protokol link-state lebih baik daripada protokol distance-vector disebabkan oleh beberapa hal: waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat, dan lebih penting lagi protokol ini tidak menghasilkan routing loop. Protokol ini mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus. Throughput, delay, biaya, dan keandalan adalah metrik-metrik yang umum digunakan dalam jaringan. Di samping itu protokol ini juga dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan. Misalkan router A memiliki dua buah jalur dengan metrik yang sama ke host B. Protokol dapat memasukkan kedua jalur tersebut ke dalam forwarding table sehingga router mampu membagi beban di antara kedua jalur tersebut.

    Rancangan OSPF menggunakan protokol link-state dengan beberapa penambahan fungsi. Fungsi-fungsi yang ditambahkan antara lain mendukung jaringan multi-akses, seperti X.25 dan Ethernet, dan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.

    Telah dijelaskan di atas bahwa setiap router dalam protokol link-state perlu membentuk adjacency dengan router tetangganya. Pada jaringan multi-akses, tetangga setiap router dapat lebih dari satu. Dalam situasi seperti ini, setiap router dalam jaringan perlu membentuk adjacency dengan semua router yang lain, dan ini tidak efisien. OSPF mengefisienkan adjacency ini dengan memperkenalkan konsep designated router dan designated router cadangan. Semua router hanya perlu adjacent dengan designated router tersebut, sehingga hanya designated router yang adjacent dengan semua router yang lain. Designated router cadangan akan mengambil alih fungsi designated router yang gagal berfungsi.

    Langkah pertama dalam jaringan multi-akses adalah memilih designated router dan cadangannya. Pemilihan ini dimasukkan ke dalam protokol Hello, protokol dalam OSPF untuk mengetahui tetangga-tetangga router dalam setiap link. Setelah pemilihan, baru kemudian router-router membentuk adjacency dengan designated router dan cadangannya. Setiap terjadi perubahan jaringan, router mengirimkan pesan menggunakan protokol flooding ke designated router, dan designated router yang mengirimkan pesan tersebut ke router-router lain dalam link.

    Designated router cadangan juga mendengarkan pesan-pesan yang dikirim ke designated router. Jika designated router gagal, cadangannya kemudian menjadi designated router yang baru serta dipilih designated router cadangan yang baru. Karena designated router yang baru telah adjacent dengan router-router lain, tidak perlu dilakukan lagi proses penyamaan basis data yang membutuhkan waktu yang lama tersebut.
    Dalam jaringan yang besar tentu dibutuhkan basis data yang besar pula untuk menyimpan topologi jaringan. Ini mengarah kepada kebutuhan memori router yang lebih besar serta waktu perhitungan route yang lebih lama. Untuk mengantisipasi hal ini, OSPF menggunakan konsep area dan backbone. Jaringan dibagi menjadi beberapa area yang terhubung ke backbone. Setiap area dianggap sebagai jaringan tersendiri dan router-router di dalamnya hanya perlu memiliki peta topologi jaringan dalam area tersebut. Router-router yang terletak di perbatasan antar area hanya mengirimkan ringkasan dari link-link yang terdapat dalam area dan tidak mengirimkan topologi area satu ke area lain. Dengan demikian, perhitungan route menjadi lebih sederhana.

    Kesederhanaan vs. Kemampuan

    Kita sudah lihat sepintas bagaimana RIP dan OSPF bekerja. Setiap protokol routing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Protokol RIP sangat sederhana dan mudah diimplementasikan tetapi dapat menimbulkan routing loop. Protokol OSPF merupakan protokol yang lebih rumit dan lebih baik daripada RIP tetapi membutuhkan memori dan waktu CPU yang besar.

    Di berbagai tempat juga terdapat yang menggunakan gabungan antara routing statik, RIP, RIP-v2, dan OSPF. Hasilnya di jaringan ini menunjukkan bahwa administrasi routing statik jauh lebih memakan waktu dibanding routing dinamik. Pengamatan pada protokol routing dinamik juga menunjukkan bahwa RIP menggunakan bandwidth yang lebih besar daripada OSPF dan semakin besar jaringan, bandwidth yang digunakan RIP bertambah lebih besar pula. Jadi, jika Anda sedang mendesain jaringan TCP/IP yang besar tentu OSPF merupakan pilihan protokol routing yang tepat

    Tahapan dalam membentuk adjacency

    Pada saat baru pertama ON, router OSPF tidak tahu apapun tentang tetangganya, router akan mulai mengirimkan paket Hello ke seluruh interface jaringan untuk memperkenalkan dirinya. Jika router yang baru ON ini menerima paket hello yang menyimpan informasi tentang dirinya maka router ini dapat saling berhubungan dua arah dengan router pengirim hello, Default nilai hello pada broadcast multi-access adalah 10 detik dan 40 detik jika tidak ada respon akan mati, dan pada NBMA hello 30 detik dan akan mati pada 120 detik jika tidak terdapat respon.

    Down : router tidak dapat hello packet dari router manapun
    Attempt : router mengirimkan hello packet tetapi belum mendapat respon, hanya ada pada tipe NT non broadcast multi-access (NBMA) dan tidak ada respon dari router lain.
    Init : router mendapatkan hello packet dari router lain, tetapi belum terbentuk hubungan yang bidirectional (2 way)
    2 way : pada tahap ini hubungan antar router sudah bi-directional, untuk NT broadcast DR & BDR nya akan melanjutkan ke tahap full, router non DR & BDR akan melanjutkan Full hanya dengan DR & BDR saja
    Exstart : terjadi pemilihan Master dan Slave, master adalah router yang memiliki router id tertinggi
    exchange : terjadi pertukaran Database Descriptor (DBD) paket DBD ini digambarkan dari topologi DB router, proses dimulai oleh master
    Loading : router akan memeriksa DBD dari router lain dan apabila ada entry yang tidak diketahui maka router akan mengira link state request (LSR) , LSR akan dibales dengan link state state ACK dan link state reply, diakhir tahap ini semua router yang di adjacent memiliki topologi DB yang sama
    Full : masing-masing router sudah membentuk hubungan yang adjancent.

    Pemilihan DR & BDR

    Dalam jaringan multi akses router-router akan memilih DR (designated router) dan BDR(Backup designated router) dan berusaha adjencent dengan kedua router tersebut.
    Router Priority
    Router ID
    Router priority diset per interface nilainya 0-255
    Router (config-if)# IP OSPF priority [0-255]
    Router mempunyai priority 0 tidak akan menjadi DR/BDR, statusnya DROTHER, semakin besar priority semakin besar kemungkinan dipilih menjadi BR (Priority paling tinggi) dan BDR (kedua paling tinggi / slave)
    Setting nya oleh administrator, sesuai yang mana dulu routernya UP
    Apabila priority router sama maka yang digunakan untuk menentukan DR/BDR adalah Router ID
    Pada tiap NT non broadcast (ex : Frame Relay) router yang menjadi DR adalah router yang memiliki link ke semua router yang lain (mutipoint) Jika terjadi DR & BDR mati maka router-router akan mengadakan pemilihan untuk menggantikan router yang mati tersebut. Proses floading adalah router dengan paket LSA harus meneruskan paket ke semua jaringan, dan memasukkan informasi LSA dalam databasenya , jika paket data yang diterima tidak baru maka akan di drop, disebut floading karena seolah-olah membanjiri jaringan dengan LSA (link state advertisement) Setiap kali BD linkstate router berubah, router kembali perlu menghitung rute terbaik dan membentuk table routing terbaru, dengan biaya terendah dan shortest path terpendek

    OSPF Routing Protocol Untuk Jaringan Lokal

    Kekuatan dari OSPF ada pada sistem hirarkinya yang diterapkan dalam sistem area. Penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di-troubleshooting.

    Langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan para router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi apa yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

    Begitu pula router tetangga tersebut juga akan menerima informasi dari router lain yang bertindak sebagai tetangganya. Sehingga pada akhirnya seluruh informasi yang ada dalam sebuah jaringan dapat diketahui oleh semua router yang ada dalam jaringan tersebut. Kejadian ini sering disebut dengan istilah Convergence.
    Setelah router membentuk komunikasi dengan para tetangganya, maka proses pertukaran informasi routing berlangsung dengan menggunakan bantuan beberapa paket khusus yang bertugas membawa informasi routing tersebut. Paket-paket tersebut sering disebut dengan istilah Link State Advertisement packet (LSA packet). Selain dari hello packet, routing protokol OSPF juga sangat bergantung kepada paket jenis ini untuk dapat bekerja.

    OSPF memang memiliki sistem update informasi routing yang cukup teratur dengan rapi. Teknologinya menentukan jalur terpendek dengan algoritma Shortest Path First (SPF) juga sangat hebat. Meskipun terbentang banyak jalan menuju ke sebuah lokasi, namun OSPF dapat menentukan jalan mana yang paling baik dengan sangat tepat. Sehingga komunikasi data Anda menjadi lancar dan efisien.
    Namun ada satu lagi keunggulan OSPF, yaitu konsep jaringan hirarki yang membuat proses update informasinya lebih termanajemen dengan baik. Dalam menerapkan konsep hirarki ini, OSPF menggunakan pembagian jaringan berdasarkan konsep area-area. Pembagian berdasarkan area ini yang juga merupakan salah satu kelebihan OSPF.



    Untuk Apa Konsep Area dalam OSPF?


    OSPF dibuat dan dirancang untuk melayani jaringan lokal berskala besar. Artinya OSPF haruslah memiliki nilai skalabilitas yang tinggi, tidak mudah habis atau “mentok” karena jaringan yang semakin diperbesar. Namun nyatanya pada penerapan OSPF biasa, beberapa kejadian juga dapat membuat router OSPF kewalahan dalam menangani jaringan yang semakin membesar. Router OSPF akan mencapai titik kewalahan ketika:


    Semakin membesarnya area jaringan yang dilayaninya akan semakin banyak informasi yang saling dipertukarkan. Semakin banyak router yang perlu dilayani untuk menjadi neighbour dan adjacence. Dan semakin banyak pula proses pertukaran informasi routing terjadi. Hal ini akan membuat router OSPF membutuhkan lebih banyak sumber memory dan processor. Jika router tersebut tidak dilengkapi dengan memory dan processor yang tinggi, maka masalah akan terjadi pada router ini.
    Topology table akan semakin membesar dengan semakin besarnya jaringan. Topology table memang harus ada dalam OSPF karena OSPF termasuk routing protocol jenis Link State. Topology table menrupakan tabel kumpulan informasi state seluruh link yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan semakin membesarnya jaringan, maka topology table juga semakin membengkak besarnya. Pembengkakan ini akan mengakibatkan router menjadi lama dalam menentukan sebuah jalur terbaik yang akan dimasukkan ke routing table. Dengan demikian, performa forwarding data juga menjadi lamban.
    Topology table yang semakin membesar akan mengakibatkan routing table semakin membesar pula. Routing table merupakan kumpulan informasi rute menuju ke suatu lokasi tertentu. Namun, rute-rute yang ada di dalamnya sudah merupakan rute terbaik yang dipilih menggunakan algoritma Djikstra. Routing table yang panjang dan besar akan mengakibatkan pencarian sebuah jalan ketika ingin digunakan menjadi lambat, sehingga proses forwarding data juga semakin lambat dan menguras tenaga processor dan memory. Performa router menjadi berkurang.



    Bagaimana Konsep Area Dapat Mengurangi Masalah?

    Ketika sebuah jaringan semakin membesar dan membesar terus, routing protokol OSPF tidak efektif lagi jika dijalankan dengan hanya menggunakan satu area saja. Seperti telah Anda ketahui, OSPF merupakan routing protokol berjenis Link State. Maksudnya, routing protokol ini akan mengumpulkan data dari status-status setiap link yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.

    Apa jadinya jika jaringan OSPF tersebut terdiri dari ratusan bahkan ribuan link di dalamnya? Tentu proses pengumpulannya saja akan memakan waktu lama dan resource processor yang banyak. Setelah itu, proses penentuan jalur terbaik yang dilakukan OSPF juga menjadi sangat lambat.

    Berdasarkan limitasi inilah konsep area dibuat dalam OSPF. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah link-link yang dipantau dan dimonitor statusnya agar penyebaran informasinya menjadi cepat dan efisien serta tidak menjadi rakus akan tenaga processing dari perangkat router yang menjalankannya.




    Bagaimana Informasi Link State Disebarkan?

    Untuk menyebarkan informasi Link State ke seluruh router dalam jaringan, OSPF memiliki sebuah sistem khusus untuk itu. Sistem ini sering disebut dengan istilah Link State Advertisement (LSA). Dalam menyebarkan informasi ini, sistem LSA menggunakan paket-paket khusus yang membawa informasi berupa status-status link yang ada dalam sebuah router. Paket ini kemudian dapat tersebar ke seluruh jaringan OSPF. Semua informasi link yang ada dalam router dikumpulkan oleh proses OSPF, kemudian dibungkus dengan paket LSA ini dan kemudian dikirimkan ke seluruh jaringan OSPF.

    OSPF menggunakan protokol routing link -state, dengan karakteristik sebagai berikut:



    Protokol routing link-state.
    Merupakan open standard protocol routing yang dijelaskan di RFC 2328. Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah.
    Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
    OSPF adalah linkstate protokol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork.
    OSPF lebih effisien daripada RIP.
    Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System ( AS ).
    Menggunakan protokol broadcast.


    Paket LSA


    Seperti telah dijelaskan di atas, paket LSA di dalamnya akan berisi informasi seputar link-link yang ada dalam sebuah router dan statusnya masing-masing. Paket LSA ini kemudian disebarkan ke router-router lain yang menjadi neighbour dari router tersebut. Setelah informasi sampai ke router lain, maka router tersebut juga akan menyebarkan LSA miliknya ke router pengirim dan ke router lain.

    Pertukaran paket LSA ini tidak terjadi hanya pada saat awal terbentuknya sebuah jaringan OSPF, melainkan terus menerus jika ada perubahan link status dalam sebuah jaringan OSPF. Namun, LSA yang disebarkan kali pertama tentu berbeda dengan yang disebarkan berikutnya. Karena LSA yang pertama merupakan informasi yang terlengkap seputar status dari link-link dalam jaringan, sedangkan LSA berikutnya hanyalah merupakan update dari perubahan status yang terjadi.

    Paket-paket LSA juga dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini dibuat berdasarkan informasi yang terkandung di dalamnya dan untuk siapa LSA ini ditujukan. Untuk membedakan jenisjenisnya ini, OSPF membagi paket LSA nya menjadi tujuh tipe. Masing-masing tipe memiliki kegunaannya masing-masing dalam membawa informasi Link State. Anda dapat melihat kegunaan masing-masing paket pada tabel “Tipe-tipe LSA packet”.



    Tipe-Tipe Router OSPF


    Seperti telah Anda ketahui, OSPF menggunakan konsep area dalam menjamin agar penyebaran informasi tetap teratur baik. Dengan adanya sistem area-area ini, OSPF membedakan lagi tipe-tipe router yang berada di dalam jaringannya. Tipe-tipe router ini dikategorikan berdasarkan letak dan perannya dalam jaringan OSPF yang terdiri dari lebih dari satu area. Di mana letak sebuah router dalam jaringan OSPF juga sangat berpengaruh terhadap fungsinya. Jadi dengan demikian, selain menunjukkan lokasi di mana router tersebut berada, nama-nama tipe router ini juga akan menunjukkan fungsinya. Berikut ini adalah beberapa tipe router OSPF berdasarkan letaknya dan juga sekaligus fungsinya:



    1. Internal Router


    Router yang digolongkan sebagai internal router adalah router-router yang berada dalam satu area yang sama. Router-router dalam area yang sama akan menanggap router lain yang ada dalam area tersebut adalah internal router. Internal router tidak memiliki koneksi-koneksi dengan area lain, sehingga fungsinya hanya memberikan dan menerima informasi dari dan ke dalam area tersebut. Tugas internal router adalah me-maintain database topologi dan routing table yang akurat untuk setiap subnet yang ada dalam areanya. Router jenis ini melakukan flooding LSA informasi yang dimilikinya ini hanya kepada router lain yang dianggapnya sebagai internal router.

    2. Backbone Router


    Salah satu peraturan yang diterapkan dalam routing protokol OSPF adalah setiap area yang ada dalam jaringan OSPF harus terkoneksi dengan sebuah area yang dianggap sebagai backbone area. Backbone area biasanya ditandai dengan penomoran 0.0.0.0 atau sering disebut dengan istilah Area 0. Router-router yang sepenuhnya berada di dalam Area 0 ini dinamai dengan istilah backbone router. Backbone router memiliki semua informasi topologi dan routing yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.

    3. Area Border Router (ABR)


    Sesuai dengan istilah yang ada di dalam namanya “Border”, router yang tergolong dalam jenis ini adalah router yang bertindak sebagai penghubung atau perbatasan. Yang dihubungkan oleh router jenis ini adalah area-area yang ada dalam jaringan OSPF. Namun karena adanya konsep backbone area dalam OSPF, maka tugas ABR hanyalah melakukan penyatuan antara Area 0 dengan area-area lainnya. Jadi di dalam sebuah router ABR terdapat koneksi ke dua area berbeda, satu koneksi ke area 0 dan satu lagi ke area lain. Router ABR menyimpan dan menjaga informasi setiap area yang terkoneksi dengannya. Tugasnya juga adalah menyebarkan informasi tersebut ke masing-masing areanya. Namun, penyebaran informasi ini dilakukan dengan menggunakan LSA khusus yang isinya adalah summarization dari setiap segment IP yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan adanya summary update ini, maka proses pertukaran informasi routing ini tidak terlalu memakan banyak resource processing dari router dan juga tidak memakan banyak bandwidth hanya untuk update ini.

    4. Autonomous System Boundary Router (ASBR)


    Sekelompok router yang membentuk jaringan yang masih berada dalam satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan, dan dikonfigurasi menggunakan policy yang sama, dalam dunia jaringan komunikasi data sering disebut dengan istilah Autonomous System (AS). Biasanya dalam satu AS, router-router di dalamnya dapat bebas berkomunikasi dan memberikan informasi. Umumnya, routing protocol yang digunakan untuk bertukar informasi routing adalah sama pada semua router di dalamnya. Jika menggunakan OSPF, maka semuanya tentu juga menggunakan OSPF.



    Namun, ada kasus-kasus di mana sebuah segmen jaringan tidak memungkinkan untuk menggunakan OSPF sebagai routing protokolnya. Misalkan kemampuan router yang tidak memadai, atau kekurangan sumber daya manusia yang paham akan OSPF, dan banyak lagi. Oleh sebab itu, untuk segmen ini digunakanlah routing protocol IGP (Interior Gateway Protocol) lain seperti misalnya RIP. Karena menggunakan routing protocol lain, maka oleh jaringan OSPF segmen jaringan ini dianggap sebagai AS lain.

    Untuk melayani kepentingan ini, OSPF sudah menyiapkan satu tipe router yang memiliki kemampuan ini. OSPF mengategorikan router yang menjalankan dua routing protokol di dalamnya, yaitu OSPF dengan routing protokol IGP lainnya seperti misalnya RIP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS, kemudian keduanya dapat saling bertukar informasi routing, disebut sebagai Autonomous System Border Router (ASBR).

    Router ASBR dapat diletakkan di mana saja dalam jaringan, namun yang pasti router tersebut haruslah menjadi anggota dari Area 0-nya OSPF. Hal ini dikarenakan data yang meninggalkan jaringan OSPF juga dianggap sebagai meninggalkan sebuah area. Karena adanya peraturan OSPF yang mengharuskan setiap area terkoneksi ke backbone area, maka ASBR harus diletakkan di dalam backbone area.


    Jenis Area dalam OSPF

    Setelah membagi-bagi jaringan menjadi bersistem area dan membagi router-router di dalamnya menjadi beberapa jenis berdasarkan posisinya dalam sebuah area, OSPF masih membagi lagi jenis-jenis area yang ada di dalamnya. Jenis-jenis area OSPF ini menunjukkan di mana area tersebut berada dan bagaimana karakteristik area tersebut dalam jaringan. Berikut ini adalah jenis-jenis area dalam OSPF:


    1. Backbone Area


    Backbone area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam jaringan OSPF. Area ini sering ditandai dengan angka 0 atau disebut Area 0. Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti akan ditransfer menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.

    2. Standar Area


    Area jenis ini merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan konfigurasi apapun. Maksudnya area ini tidak dimodifikasi macam-macam. Semua router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar informasi secara langsung. Dengan demikian, semua router yang ada dalam area ini akan memiliki topology database yang sama, namun routing table-nya mungkin saja berbeda.

    3. Stub Area


    Stub dalam arti harafiahnya adalah ujung atau sisi paling akhir. Istilah ini memang digunakan dalam jaringan OSPF untuk menjuluki sebuah area atau lebih yang letaknya berada paling ujung dan tidak ada cabang-cabangnya lagi. Stub area merupakan area tanpa jalan lain lagi untuk dapat menuju ke jaringan dengan segmen lain. Area jenis ini memiliki karakteristik tidak menerima LSA tipe 4 dan 5. Artinya adalah area jenis ini tidak menerima paket LSA yang berasal dari area lain yang dihantarkan oleh router ABR dan tidak menerima paket LSA yang berasal dari routing protokol lain yang keluar dari router ASBR (LSA tipe 4 dan 5). Jadi dengan kata lain, router ini hanya menerima informasi dari router-router lain yang berada dalam satu area, tidak ada informasi routing baru di router. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana area jenis ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar kalau tidak ada informasi routing yang dapat diterimanya dari dunia luar. Jawabannya adalah dengan menggunakan default route yang akan bertugas menerima dan meneruskan semua informasi yang ingin keluar dari area tersebut. Dengan default route, maka seluruh traffic tidak akan dibuang ke mana-mana kecuali ke segmen jaringan di mana IP default route tersebut berada.

    4. Totally Stub Area


    Mendengar namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menangkap artinya bahwa area jenis ini adalah stub area yang lebih diperketat lagi perbatasannya. Totally stub area tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.

    5. Not So Stubby Area (NSSA)

    Stub tetapi tidak terlalu stub, itu adalah arti harafiahnya dari area jenis ini. Maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya. Informasi routing yang didapat oleh area jenis ini adalah hanya external route yang diterimanya bukan dari backbone area. Maksudnya adalah router ini masih dapat menerima informasi yang berasal dari segmen jaringan lain di bawahnya yang tidak terkoneksi ke backbone area. Misalnya Anda memiliki sebuah area yang terdiri dari tiga buah router. Salah satu router terkoneksi dengan backbone area dan koneksinya hanya berjumlah satu buah saja. Area ini sudah dapat disebut sebagai stub area. Namun nyatanya, area ini memiliki satu segmen jaringan lain yang menjalankan routing protokol RIP misalnya. Jika Anda masih mengonfigurasi area ini sebagai Stub area, maka area ini tidak menerima informasi routing yang berasal dari jaringan RIP. Namun konfigurasilah dengan NSSA, maka area ini bisa mengenali segmen jaringan yang dilayani RIP.
    Perbandingan RIP dan OSPF


    • Refrensi :http://fadlyfstik2010.blogspot.co.id/2012/10/ospf-open-shortest-path-first.html
    Read More ->>

    Sabtu, 11 November 2017

    pengertian dan sejarah opensuse

    A. pendahuluam
    1. pengertian
       opensuse adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell, atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse Linux GmbH (Software- und System-Entwicklungsgesellschaft mbH, Nürnberg yang berarti pengembangan -perangkat lunak dan -sistem)

    2. latar belakang
       opensuse awalnya merupakan distro Slackware  terjemahan bahasa Jerman. Ada informasi tidak resmi yang mengatakan bahwa S.u.S.E berhubungan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse karena pengucapan namanya yang sama.

    3. maksud dan tujuan
       agar kita mengerti apa yang dimaksud opensuse dan kita akan lebih mudah melakukan sesuatu

    B. waktu
       10 menit

    C. pembahasan

    Terdapat dua (2) distro utama SUSE Linux yang saat ini aktif:

     * SUSE Linux Enterprise : SLE adalah solusi sumber terbuka dari Novell untuk perusahaan besar. Terdiri dari dua paket, yaitu:

       * SUSE Linux Enterprise Server : SLES adalah Sistem Operasi Server Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

       * SUSE Linux Enterprise Desktop : SLED adalah Sistem Operasi Desktop Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

       * openSUSE : sebuah proyek masyarakat, yang disponsori oleh Novell, dirancang untuk pengguna rumahan.





    Sejarah

       SUSE bermula di awal tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping).

       Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut roman karya Douglas Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai sebuah Live-Filesystem.

       Mulai dari versi 4.2 angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server (SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam.

       Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).

       Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[3] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[4] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.

       Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).


    D. hal yang didapat
       memahami tentang open suse dan juga sejarah opensuse

    E. kesimpulan
       jangan pernah lupakan membaca karena membaca merupakan jembatan dari ilmu pengetahuan dan dengan membaca kita jadi berwawasan luas

    F. referensi
    Read More ->>
    Diberdayakan oleh Blogger.

    view